Rabu, 19 Januari 2022

Writting Is My Passion

 



Pelatihan Guru Belajar Menulis PGRI
Gelombang 23 dan 24
Resume Pertemuan Ke-2
Narasumber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd
Moderator : Helwiyah, M.Pd


Writting Is My Passion


Materi pada Pelatihan Guru Belajar Menulis PGRI pertemuan ke-2 ini adalah  "Menjadikan Menulis Sebagai Passion". Sebuah tema yang sangat menarik untuk dikupas. Berikut Resume yang penulis coba tuangkan melalui tulisan dalam Blogg.

Apabila anda singgah di Blogg Narasumber, pasti akan terinspirasi dan termotivasi, karena yang Narasumber tulis di Blogg merupakan curahan hati serta sekadar berbagi bahwa dengan menulis kita mendapatkan banyak manfaat.

Bagi Narasumber juga Blogg merupakan rumah tulisan sekaligus tempat memarkir tulisan yang setelah dipoles serta lengkapi maka tulisan-tulisan di blog akan berubah menjadi sebuah buku.

Mengapa malam ini Narasumber memilih tema Writing is my passion? Yang menjadi penyebabnya yaitu suatu gairah untuk menulis dan terus menulis tidak akan pernah padam. Orang yang memiliki gairah biasanya kreatif, penuh semangat dan selalu bahagia karena memiliki banyak harapan.

Kita harus bangga dengan potensi diri yang dimiliki. Ketika manusia hadir di dunia, manusia adalah pemenang. Sudah diberi talenta serta akal sehat, tinggal mengasah dan melejitkan potensi tersebut. Hal ini sudah Narasumber buktikan. Bapak/Ibu peserta pelatihan juga sudah banyak yang membuktikan saat merasa menjadi penulis pemula tidak bisa menulis, merasa bukan siapa-siapa, tetapi saat Narasumber beri tantangan menjadi Kurator atau menulis naskah Antologi ternyata sukses.

Narasumber menyampaikan kebersamaannya dengan tim Omjay bermula dari daring di Kompasiana tahun 2009. Saat awal Narasumber mengenal dunia internet. Pertemuan luring Narasumber dengan Omjay tahun 2013 saat mengikuti Teachers Writing Camp 3 di UNJ. Sejak itu Narasumber dan Omjay berkolaborasi diberbagai diklat menulis, baik itu bertempat di Bekasi, Jakarta, Padang dan terakhir di Kupang hingga akhirnya  Pandemi datang.

Ide kreatif Omjay muncul untuk bisa mengajak Bapak/Ibu guru hebat di Nusantara untuk belajar menulis bersama PGRI. Tak terasa saat ini sudah berapa di gelombang 23 dan 24. Hasilnya sangat membanggakan, para alumni kelas menulis ini berhasil berproses menjadi penulis andal dan bahkan menembus penerbit Mayor duet dengan Prof. Eko Indrajit.

Setelah Narasumber menyampaikan pemaparannya, sesi berikutnya kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan peserta sangat menarik, salah satu diantaranya yaitu adalah, sebagai penulis pemula bagaimana agar dapat belajar menemukan ide untuk fokus menulis? Tema apa sebaiknya yang di fokuskan? Pertanyaan tersebut berkaitan dengan materi Writting is my passion yang sedang dibahas. Jawabnya menurut yang Narasumber sampaikan, sudah barang tentu menulislah apa yang anda sukai dan anda kuasai, selanjutnya tentukan juga segmen pembacanya yaitu buku itu diperuntukan untuk siapa, untuk guru, peserta didik atau untuk kepentingan yang lainnya. Tidak kalah penting bahwasannya ide, gagasan atau inspirasi akan selalu muncul apabila anda bergabung dengan Komunitas-Komunitas menulis, jadi cobalah untuk bergabung dan aktif dalam Komunitas menulis agar apa yang anda dapat terus terinspirasi dan tulisan anda selanjutnya dapat disusun serta dirangkai menjadi sebuah buku.

Luar biasa materi pada malam ini, sangat menambah wawasan serta pengetahuan sebagai seorang penulis agar dapat terus berkarya dan meninggalkan jejak literasi melalui sebuah buku.

Sebagai Clossing Statement Narasumber menyampaikan bahwasannya menulis buku adalah pekerjaan mulia. Jadikan menulis sebagai passion. Jangan pernah takut tulisan jelek atau tidak ada yang mau membaca.Tetaplah berada di komunitas Literasi.  Ikuti nubar nulis bareng di buku Antologi sebagai jembatan menjadi penulis buku solo.

Selasa, 18 Januari 2022

Cakap Berliterasi Bagi Netizen


 

Cakap Berliterasi Bagi Netizen

Tidak bisa dipungkiri bahwasannya di era digital ini komunikasi menjadi semakin mudah dan mendunia. Kemudahan dalam ruang lingkup aktifitas komunikasi juga berinteraksi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan didukung tekhnologi yang super canggih buatan manusia, semua orang dapat berkomunikasi serta berinteraksi secara virtual atau dikenal dengan dunia maya. Anda pun dapat mengetahui berbagai macam informasi kejadian-kejadian yang terjadi di Negara lain. Dengan turut menjamurnya aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan lain sebagainya, semakin menambah pertemanan dan wawasan kita semua. Pemilik akun media sosial tersebut tidak hanya memanfaatkan akunnya demi kepentingan komunikasi semata, tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk dapat menghasilkan keuntungan seperti menjual suatu produk tertentu, menawarkan jasa bahkan bertransaksi melalui online.

Adakah dampak positif dan negatif dari canggihnya alat komunikasi, semakin mudahnya berkomunikasi serta berinteraksi hingga menjamurnya aplikasi media sosial yang tersebut di atas? Tentu saja hal tersebut berdampak positif juga negatif. Dampak positifnya sudah barang tentu keinginan dan kebutuhan anda dapat dengan mudah terpenuhi atau tersampaikan kepada orang lain bahkan orang banyak dalam waktu yang relatife singkat. Sedangkan dampak negatifnya tidak sedikit akun-akun media sosial digunakan untuk sarana kejahatan atau Cybercrime. Anda akan menemukan berita-berita hoaxs, konten-konten yang mengandung unsur SARA, pornoaksi, pornografi, judi online dan pelanggaran UU ITE lainnya. Penulis tidak akan membahas tuntas tentang apa yang sudah penulis utarakan di atas. Kali ini penulis tertarik untuk membahas tentang menjadi netizen yang baik.

Apakah yang dimaksud dengan netizen? Netizen adalah gabungan dari dua kata yaitu Net (Internet) dan Citizen (Warga Negara). Dengan kata lain, yang dimaksud netizen adalah warga internet, penduduk internet atau pengguna internet. Penduduk dalam dunia virtual juga mempunyai identitas (avatar, username), mempunyai rumah (homepage), mempunyai kotak pos untuk surat menyurat (alamat e-mail), mempunyai telepon (VoIP : Voice over Internet Protocol), mampu menjelajah dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan aplikasi browser seperti Firefox, Google Chrome, Internet Explorer, Opera dan lain sebagainya. Netizen juga biasa disebut sebagai cybercitizen.

Sedangkan netizen menurut Michael F. Hauben, salah satu pelopor internet dan penulis The Net and Netizens: The Impact the Net Has on People Lives, istilah netizen adalah sebagai kumpulan warga pengguna internet. Bahkan Michael F. Hauben berpendapat netizen itu merupakan para penduduk dari sebuah Negara yang Negaranya adalah internet itu sendiri. Penduduk internet atau netizen mencakup seluruh dunia secara virtual. Istilah netizen dicetuskan oleh Michael F. Hauben pada tahun 1990.

Aabila anda termasuk warga net, anda hadir sebagai warga dunia ini, semua karena konektifitas global yang dapat diwujudkan oleh Intenet. Secara fisik, anda hidup sebagai seorang Warga Negara akan tetapi secara virtual anda terhubung dan hidup berdampingan dengan netizen lainnya diseluruh dunia. Internet dan jaringan computer menghapus keterbatasan jarak dan waktu bagi para penggunanya. Netizen mempunyai kekuatan dalam mengekspresikan pendapat dan suaranya serta dapat menimbulkan dampak yang besar bagi dunia internet maupun offline.

Menjaga etika komunikasi di ruang publik sangat penting untuk dilakukan oleh para warga net karena prosesnya tidak hanya menyampaikan informasi yang menimbulkan opini publik saja, akan tetapi turut serta membangun keinginan dan niat seseorang untuk bertindak berdasarkan pesan di media sosial, termasuk juga dapat mempengaruhi perbuatan seseorang. Untuk itu diperlukan kecakapan berliterasi dalam dunia digital bagi para netizen. Aktifitas berliterasi tidak hanya menyangkut kemampuan seseorang dalam hal berbicara dan menulis saja, akan tetapi terkait juga dengan kemampuan seseorang dalam mendengarkan atau menyimak serta kemampuan berbicara.




Bagaimana cara untuk menjadi netizen yang baik? Dalam menggunakan media sosial kita tidak bisa sembarangan mengunggah konten-konten yang nantinya dapat memicu permasalahan, karena permasalahan yang terjadi dalam dunia maya nantinya akan berimbas serta berlanjut pada kehidupan nyata. Tidak sedikit orang-orang yang tersangkut masalah hukum gara-gara unggahanyya di media sosial. Aturan hukum pun tidak tumpul serta tidak memandang siapa itu pelakunya, siapapun yang melanggar akan dikenakan sanksi, entah itu berprofesi sebagai artis, pengusaha, bahkan pejabat sekalipun. Agar dapat menjadi netizen yang baik perlu memperhatikan hal-hal berikut di bawah ini:

- Menjaga privasi dengan tidak mengunggah data atau identitas pribadi seperti nomor KTP, nomor rekening bank, password dan lain sebagainya yang nantinya data anda akan disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Akun media sosial anda pun dapat diretas dan tentunya akan membuat rugi bagi diri anda sendiri maupun orang banyak apabila akun anda diretas lalu kemudian dijadikan sebagai media kejahatan dalam dunia cyber.

- Mengungah postingan-postingan atau konten-konten positif serta bermanfaat bagi orang banyak. Bukan sebaliknya mengunggah postingan kontroversial demi mendapatkan perhatian netizen.

- Menghindari postingan yang berbau SARA, ujaran kebencian, pornografi, pornoaksi serta unggahan lainnya yang melanggar UU ITE karena dampaknya akan merugikan banyak pihak. Bukan tidak mungkin terjadinya tindak kejahatan, tindak kekerasan, perpecahan antar golongan, suku, RAS, maupun agama dapat terjadi dan merusak persatuan serta kesatuan yang sudah lama terjalin.

- Mempertimbangkan dampak baik-buruknya dari suatu unggahan postingan atau bijak menggunakan media sosial juga sangat penting untuk diperhatikan oleh para netizen. Jangan hanya demi mendapatkan like dari para netizen maka membuat konten-konten yang membahayakan diri sendiri atau orang lain. Tidak jarang kita mendengar kasus pelajar yang tewas tertabrak kendaraan berat karena berusaha menghentikan lajunya secara mendadak untuk diunggah di akun media sosialnya. Contoh kasus lainnya yang juga viral di dunia maya adalah sekumpulan muda-mudi yang berjoget ria di atas mobil pengangkut jenazah korban Covid-19. Konten tersebut jelas sangat kontroversial serta menimbulkan komentar dari para netizen hingga ramai disiarkan dalam tayangan berita di televisi.

- Menghindari hoax atau berita bohong. Caranya adalah mengkonfirmasi serta mencari kebenaran beritanyanya terlebih dahulu baik dengan mempertanyakannya secara langsung kepada pengunggah berita maupun kepada pihak yang berkaitan dengan objek beritanya.

- Memblokir akun-akun palsu, tidak jelas identitas pemilik akunnya, akun-akun yang dirasa mengganggu privasi anda serta akun-akun yang mengunggah konten-konten yang dilarang oleh UU ITE. Jangan sampai anda terlibat didalamnya.

Marilah kita bersama-sama menjadi netizen yang baik dengan terlebih dahulu memahami literasi digital serta etika dalam bermedia sosial. Apalagi kita sebagai guru harus mampu memberikan kesan pesan jejak langkah digital serta contoh positif untuk bijak menjadi netizen. Ilmu serta karakter yang kita miliki dapat kita aplikasikan di kelas terhadap para peserta didik maupun berbagi pengetahuan secara langsung terhadap para netizen di dunia maya melalui postingan-postingan kita. 

Guru hebat akan selalu belajar, berkarya, berkreativitas dan berinovasi. Guru teladan adalah guru yang mampu menebarkan kebaikan dimanapun dia berada dan turut menerapkan metode serta prinsip-prinsip dalam mendidik generasi bangsa yang telah dicontohkan oleh bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Salam literasi.


Artikel ini telah tayang di https://www.kompasiana.com/sigidpn/61e6432280a65a14b71d8252/cakap-berliterasi-bagi-netizen



Senin, 17 Januari 2022

Ide Menulis Bagi Guru

 


Resume : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan Ke-1 Gelombang 23 dan 24
Narasumber : Wijaya Kusumah, M.Pd
Moderator : Maesaroh, M.Pd



Ide Menulis Bagi Guru

Materi pertemuan ke-1 pelatihan menulis yang diadakan oleh APKASI PGRI ini sangatlah menarik. Peserta sangat antusias menyimak apa yang disampaikan narasumber pak Wijaya Kusumah atau yang akrab kami sapa Om Jay. Pembahasan materi pada pertemuan pertama ini dipaparkan oleh narasumber melalui grup WhatApp. Berikut resume dari pertemuan pertama tersebut.

Ide menulis itu ada dimana-mana. Semua ada di depan mata kita. Hanya saja kita belum terbiasa menulis. Padahal kita bisa eksis dan narsis karena menulis. Sebagai contoh, Narasumber sendiri dulu bukanlah guru yang suka menulis. Allah mempertemukan Narasumber dengan seorang blogger terkenal dan saat itu beliau menjabat sebagai kepala sekolah. Berkat bertemu beliau, Narasumber menjadi suka menulis dan akhirnya membawa narasumber ke berbagai belahan dunia. Tinggal benua Amerika yang belum Narasumber kunjungi.

Ide menulis dapat dimulai dari diri sendiri. Kalau kita berprofesi sebagai guru, akan banyak ide bermunculan di depan mata. Bisa ide datang dari pengalaman mengajar yang menyenangkan atau bisa jadi dari murid-murid kita yang sudah sukses menjadi orang terkenal.

Menulis itu mengasyikan. Dari menulis kita dapat mengenal diri kita sendiri, dari menulis juga kita dapat menemukan ide-ide cemerlang yang ada didepan mata kita.

Cobalah anda melihat sekeling anda. Siapa saja yang ada di depan anda? Atau anda memang sedang sendirian? Cerita anda sendirian bisa dijadikan bahan tulisan yang mencekam atau menggembirakan. Saat kita sedang sendiri, terkadang munculah ide-ide menulis tapi untuk dapat menyalurkan ide menulis itu kita harus belajar menulis tanpa ide.

Bagaimana cara menulis tanpa ide? Cara menulis tanpa ide adalah dengan cara menuliskan apa yang anda rasakan. Apa yang anda lakukan dan apa yang anda inginkan. Menulis pada hakekatnya menyampaikan pesan. Anda harus dapat menyampaikan pesan tersebut kepada pembaca. Buatlah pembaca tertarik di awal alinea anda. Sehingga pembaca akan melanjutkan ke alinea berikutnya. Saya mulai dengan alinea pendahuluan. Bisa menyapa pembaca. Bisa juga langsung kepada pesan yang ingin disampaikan.

Rata-rata guru Indonesia sekarang sudah sarjana S1. Jarang kita temui guru yang belum sarjana saat ini. Kalaupun ada hanya di desa-desa terpencil yang memang membutuhkan guru. Oleh karena itu, kemampuan menulis guru Indonesia sebenarnya tidak diragukan lagi. Sebab sudah pernah menulis skripsi. Bahkan ada yang sudah menulis tesis dan disertasi. Masalahnya kita kurang berlatih menulis setiap hari. Kita belum sempat untuk duduk sebentar membaca tulisan orang lain. Itulah mengapa banyak guru yang belum terampil menulis. Sebab setelah ujian skripsi, kemampuan menulisnya seolah tersembunyi di balik lemari Perpustakaan.

Setelah penyampaian materi di atas, narasumber memberikan tugas untuk menuliskan singkat tiga paragraf dengan tema PGRI. Seluruh peserta antusias sekali apalagi narasumber akan memberikan buku karyanya secara gratis bagi pemenangnya. Hikmah dari tugas yang diberikan oleh narasumber ini sangat terasa sekali oleh seluruh peserta khususnya penulis sendiri, karena hanya dari satu kata PGRI ternyata memunculkan ide menulis yang luar biasa.

Pertemuan ke-1 pelatihan belajar menulis ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Satu pertanyaan yang sangat menarik sekali disampaikan oleh salah satu peserta yaitu ibu Rismaya, seorang guru dari SMKN 1 Pangkalpinang, pertanyaanya adalahbagaimana membuat alinea pembuka menarik, sehingga para pembaca tertarik untuk membaca alinea selanjutnya. Jawaban singkat yang disampaikan oleh narasumber adalah, ajak pembaca untuk melihat dan merasakan apa yang kita rasakan. Memaksakan diri untuk menulis dan membaca tulisan karya orang lain.

Sabtu, 25 Desember 2021

Peran Serta Guru Dalam Upaya Pengembangan Literasi Di Indonesia



Peran Serta Guru Dalam Upaya Pengembangan Literasi Di Indonesia.

Pemahaman mengenai Literasi sangat diperlukan, khususnya bagi yang berprofesi sebagai guru agar dapat diaplikasikan di dalam kelas. Literasi tidak hanya identik dengan membaca saja, akan tetapi literasi dapat dikaitkan dengan aktifitas membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Dalam hal ini KEMENDIKBUD RISTEK DIKTI telah membuka program guru belajar seri literasi dan numerasi. Guru yang telah mempunyai akun SIM PKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) dapat mendaftar dan mengikuti pelatihan tersebut.

Para penggiat literasi pun bersama dengan Organisasi Profesi Guru termasuk Komunitas-Komunitas belajar, berbagi, berkreatifitas dan berinovasi turut berupaya melakukan sosialisasi terkait pentingnya literasi, salah satunya adalah Komunitas Guru Pelita Dunia (KGPD). Komunitas yang baru saja dirintis sejak Agustus 2021 dengan visi dan misi turut serta menjadikan pendidikan di Indonesia menjadi lebih bermakna, berpengalaman, life skill dan berimtaq serta mewujudkan inovasi pendidikan yang bertujuan mencerdaskan generasi muda Indonesia.

Tidak mudah memang untuk bergerak juga menggerakan apalagi dalam hal-hal peningkatan kompetensi termasuk didalamnya menumbuhkembangkan pemahaman serta peningkatan minat dalam hal berliterasi. Apabila kita sikapi dengan bijak, ada beberapa hal yang perlu kita upayakan dari selain tuntutan kesejahteraan dan perlindungan, hal tersebut yaitu adalah peningkatan kompetensi, apapun itu profesinya.

Untuk itu, kerja keras dan keseriusan sangat diperlukan agar dapat terus bergerak dan menggerakan. Perubahan mindset yang menyebabkan Indonesia jauh tertinggal dalam pemahaman serta minat literasi harus selalu diperjuangkan oleh Pemerintah, para penggiat literasi serta oleh para guru di seluruh Inonesia.

Mari rekan-rekan guru kita optimalkan kegiatan belajar dan mengajar di kelas, menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, kita tanamkan pentingnya literasi kepada para peserta didik dan berikan konstribusi terbaik untuk mewujudkan merdeka belajar.

Salam Literasi.

Sigid PN/Founder Komunitas Guru Pelita Dunia.

Artikel ini telah tayang di https://www.kompasiana.com/sigidpn/61c69d7f06310e068d463cd7/peran-serta-guru-dalam-upaya-pengembangan-literasi-di-indonesia


Senin, 20 Desember 2021

Pelatihan Menulis Gelombang 23 IG TIK PGRI

 



Pelatihan Menulis Gelombang 23 IG TIK PGRI.

 
Mari bergabung dan ikuti Pelatihan Belajar Menulis Gelombang 23 IG TIK PGRI. 

Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui serta dipahami oleh calon peserta pelatihan ini :

1. Peserta wajib memiliki blog. Blog berfungsi sebagai media menulis online dan menampung tulisan-tulisan kita sebagai modal untuk bahan membuat buku.

2. Peserta diwajibkan membuat resume setiap pertemuan terkait materi yang sudah diberikan oleh Narasumber. Resume tersebut diposting di blog, kemudian link postingan resume tersebut dikirim ke form pengumpulan resume. Linknya akan dishare di WA Grup Belajar Menulis. 

3. Syarat untuk dapat lulus pelatihan diantaranya adalah peserta diwajibkan membuat 30 resume dari 30 pertemuan dan menerbitkan 1 buku ika ingin mendapat sertifikat pelatihan 40 JP. 



Link Pendaftaran :
https://forms.gle/AeAtYChhrsBCeFqk7

Cek hasil pengisian form pendaftaran :
https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/12/daftar-peserta-gelombang-23.html

Link Grup WhatsApp :
https://chat.whatsapp.com/DQkLihTiaCI4zKYFmgrMbA

Informasi lebih lanjut akan dishare melalui WA Grup.



Rabu, 15 Desember 2021

Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Program Literasi Digital

 



Resume GMLD I
Pertemuan ke-20
Oleh : Sigid Purwo Nugroho, S.H., S.Pd


Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Program Literasi Digital.

Dalam pelatihan guru motivator literasi digital angkatan I, seri pamungkas pertemuan ke-20 ini peserta belajar bersama tentang pengembangan kualitas hidup melalui literasi digital. Satu tema yang sangat menarik serta penuh makna ditengah pesatnya arus informasi yang nyaris tidak terbendung. 

Kemajuan teknologi informasi digital selalu memiliki dua sisi yang saling berlawanan, oleh sebab itu senantiasa dibutuhkan sikap bijak dan bajik dalam mengelola diri, menerima termasuk memanfaatkan informasi yang tersedia. Dalam hal ini literasi digital dapat menjadi salah satu strategi yang paling efektif dalam menangkal berbagai dampak negatif, sekaligus mengoptimalkan dampak positifnya dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat, membuat orang terperangah. Apalagi dalam masa pandemi, setiap orang dipaksa untuk bisa menguasai pemanfataan Teknlogi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pada materi-materi sebelumnya telah dibahas bagaimana pentingnya literasi digital.

Apabila mendengar kalimat kualitas hidup, tentunya harus ada standar. Bagaimana kualitas hidup setiap orang pasti akan berbeda-beda.



Presiden Joko Widodo pernah mengatakan, silahkan banjiri dunia internet dengan konten-konten yang baik. Lawan konten yang tidak baik dengan konten yang bisa kita buat terus menerus sehingga bisa menyaingi konten yang tidak baik.

Saat kita mengembangkan diri secara terus menerus jangan heran, kesempatan akan datang bahkan prestasi bisa diraih.

Kemampuan akan terus terasah, dengan adanya kepercayaan yang diberikan oleh orang/lembaga terhadap apa yang sedang dikerjakan. Mereka bisa memberikan penilaian dengan apa yang sudah dilakukan secara rutin dan terus-menerus dilakukan.

Setiap guru wajib branding personal. Kenapa? Karena guru harus dapat memberitakan bahwa keberadaan guru itu harus dirasakan manfaatnya, dimana pun berada, baik di sekolah, masyarakat, lembaga, organisasi serta keluarga.

Apa hubungannya dengan peningkatan/pengembangan kualitas hidup?

Saat menggunakan teknologi yang ada dengan memaksimalkan potensi diri untuk mau belajar, berkarya, berbagi dan berbakti, maka banyak kesempatan yang bisa diraih. Manfaatkan tekonologi yang ada saat ini sebagai jalan kebaikan dalam berlomba-lomba membuat kebaikan dimana pun berada.

Mari kita simak bersama tayangan video youtube di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=PkLTlCHi-sc

https://www.youtube.com/watch?v=uKKjCsiG32g

Mari terus saling memberikan semangat dalam hidup ini. Jadikan alat-alat yang ada di depan mata kita sebagai alat yang bisa dikendalikan agar hidup semakin baik.

Temu Komunitas Ayo Guru Berbagi Kemendikbud Ristek 2021

Temu Komunitas Ayo Guru Berbagi Kemendikbud Ristek 2021.



Halo Guru Hebat Indonesia.

Ayo Guru Berbagi mengajak Bapak/Ibu Guru dalam Komunitas, Kelompok Guru MGMP untuk mengikuti Temu Komunitas Ayo Guru Berbagi, yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal: Jumat, 17 Desember 2021

Pukul: 13.30-16.00 WIB

Daftarkan Diri, Komunitas, Kelompok Guru atau MGMP Anda melalui:

ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/aksi/

Ayo segera daftar untuk mengikuti diskusi bersama UNICEF dan Kemenkeu Corporate University!

Semangat Guru Indonesia, Semangat Guru Belajar dan Berbagi!

#AyoGuruBerbagi

#GuruBelajardanBerbagi

#MerdekaBelajar

#BanggaJadiGuru

#BerpihakPadaAnak

#BerpusatPadaMurid

#Kemdikbud

#DitjenGTK


Sumber : 

https://www.facebook.com/ditjen.gtk.kemdikbud

https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/aksi/temu-komunitas-ayo-guru-berbagi-desember

Writting Is My Passion

  Pelatihan Guru Belajar Menulis PGRI Gelombang 23 dan 24 Resume Pertemuan Ke-2 Narasumber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd Moderator : Helwiyah,...