Senin, 05 September 2022

Pendataan Anggota Kwartir Daerah Jawa Barat Tahun 2022

 




Salam Pramuka!

Hallo sobat, kalian anggota Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat? Yuk, jangan lupa ikut berpartisipasi dalam rangka Pendataan anggota Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat. Silahkan isi link dibawah ini :

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeztkY9dRIRL0WjEzSgsZeeqgnykSiN7a-EtByd84R7Li7-vQ/viewform

Nah, buat kalian anggota Kwartir Cabang Kuningan dapat mengetahui informasi lebih jelasnya dengan menyimak Surat Edaran Pendataan Anggota Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat berikut ini :



Ayo sob, tonton juga tayangan video Youtube ucapan Selamat HUT Kabupaten Kuningan yang ke-524 dibawah ini dari anggota Pramuka Penggalang Pangkalan SMPN Satu Atap Cibulan - Kecamatan Cidahu. Like dan subscribe ya.

https://youtu.be/5hr_tRAzqFE

Terima kasih dan salam Pramuka.


Kamis, 14 Juli 2022

Kegiatan MPLS SMPN Satu Atap Cibulan Tahun Pelajaran 2022-2023

 



Ketentuan dan Jadwal Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMPN Satu Atap Cibulan.


Selamat datang dan selamat bergabung untuk siswa-siswi baru Tahun Pelajaran 2022/2023 di SMPN Satu Atap Cibulan. Semoga kalian bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bisa menggapai cita cita kalian.

Sebelum kalian memulai proses KBM di SMPN Satu Atap Cibulan, kalian akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diperlukan dalam rangka penerimaan siswa-siswi baru di sekolah untuk mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur (budaya) sekolah. Pelaksanaan MPLS bagi calon peserta didik baru dilakukan dalam bentuk kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang nyaman bagi calon siswa-siswi.

  • Tujuan MPLS :

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertujuan sebagai berikut :

  1. Mengenali potensi diri calon peserta didik baru.
  2. Membantu calon peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah.
  3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai calon peserta didik baru.
  4. Mengembangkan interaksi positif antar calon peserta didik dan warga sekolah lainnya.
  5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong pada diri calon peserta didik baru.

  • KETENTUAN MPLS :

Pelaksanaan Kegiatan MPLS dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. MPLS bersifat wajib bagi calon peserta didik kelas 7 baru sebagai prasayarat menjadi siswa-siswi di SMPN Satu Atap Cibulan.
  2. Peserta mempersiapkan diri 15 menit sebelum pelaksanaan.
  3. Peserta menggunakan seragam Sekolah Dasar pada hari tersebut.
  4. Peserta absen 2 kali setiap harinya yaitu absen awal dan absen akhir/pulang. 
  5. Peserta mempersiapkan buku catatan untuk mencatat informasi penting dari pemateri.
  6. Peserta diberikan kesempatan bertanya kepada pemateri atau menjawab pertanyaan dari pemateri.
  7. Bagi calon peserta didik yang lulus selama kegiatan MPLS, maka akan diberikan Sertifikat Lulus MPLS. Dan yang tidak lulus, wajib mengulang dan mengikuti MPLS pada tahun depan.

Jadwal MPLS akan dilaksanakan pada tanggal 18 s/d 20 Juli 2022. Jika ada yang belum dipahami dapat ditanyakan kepada Panitia MPLS SMPN Satu Atap Cibulan.

Untuk lebih jelasnya, dimohon kehadirannya bagi calon peserta didik baru SMPN Satu Atap Cibulan pada :

Hari/Tanggal :  Sabtu, 16 Juli 2022
Waktu             :  08.00 WIB s/d Selesai
Tempat           :  SMPN Satu Atap Cibulan
Agenda           :  Pengumuman Jadwal MPLS

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.



Panitia MPLS
SMPN Satu Atap Cibulan

Rabu, 15 Juni 2022

Talenta-Talenta Berbakat di FLS2N.

 



Hari ini Rabu, 15 Juni 2022, saya bersama Kepala Sekolah dan perwakilan guru lainnya mendampingi salah seorang siswi kami yang menjadi peserta dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Lomba yang kami ikuti adalah solo vocal, kegiatan tersebut bertempat di SMP Negeri 3 Kuningan. Sekolah kami, SMP Negeri Satu Atap Cibulan turut berkonstribusi dalam perlombaan tersebut.

Sungguh tema lomba kali ini sangatlah menarik yaitu "Memuliakan Kearifan Lokal Menembus Dunia". Indonesia memang sangat kaya akan kearifan lokal, hal tersebut perlu diperkenalkan kepada anak didik agar jati diri bangsa kita tidak tergerus oleh zaman serta terhapus oleh kemajuan tekhnologi di segala bidang.

Ternyata lagi-lagi peran guru sangatlah besar. Bukan hanya peran dari salah satu guru mata pelajaran atau guru kelas tertentu saja, akan tetapi kolaborasi dari semuanya perlu diupayakan demi mencetak insan berilmu, berwawasan dan berjiwa kuat.

Di cabang lomba solo vocal ini banyak pelajar-pelajar jenjang SMP yang mempunyai talenta-talenta luar biasa khususnya dalam bidang seni budaya. Bangga rasanya walaupun sekolah kami berstatus SMP Negeri Satu Atap yang bukan tergolong sekolah favorit tapi sekolah kami dapat turut andil dalam cabang yang diperlombakan tersebut. Jangan keliru, justru terkadang kita bisa menemukan anak didik berpotensi dari sekolah-sekolah biasa yang ada di daerah-daerah.

Target kami bukan menjadi juara, akan tetapi untuk memperluas wawasan serta pengalaman anak didik kami, termasuk agar anak didik mampu menghargai dan menjunjung tinggi kearifan lokal bangsanya sendiri. Meraih titel juara bagi kami hanyalah bonus, yang terpenting adalah bagaimana agar anak didik kami mampu menerima apa yang telah guru ajarkan dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan saya kepada seluruh pelajar Indonesia, janganlah kalian takut untuk melangkah, karena jarak 1000 mil dimulai dari satu langkah. Bermimpi, percaya dan buatlah itu terjadi, kalian dapat melakukan apapun asalkan kalian percaya.

Minggu, 12 Juni 2022

Outsourcing : Bayangan Horor GTK Honorer.

 



Melalui Surat Menteri PANRB No. B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah tenaga honorer akan dihapus paling lambat pada 28 November 2023. Thahjo kemudian mengusulkan pengangkatan pegawai melalui pola outsourcing, jadi PPK pada kementerian/lembaga/daerah tetap bisa mempekerjakan outsourcing sesuai kebutuhannya.

Entah kebijakan ini adalah solusi sementara yang terbaik dalam mengatasi permasalahan GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) honorer di Indonesia atau malah justru dapat menimbulkan permasalahan baru hingga kembali akan menjadikan GTK honorer sebagai hutang sejarah yang belum terselesaikan dari satu periode Pemerintahan ke periode Pemerintahan selanjutnya. Apapun itu sebaiknya kebijakan tersebut ditinjau ulang.


Sebenarnya tema mengenai kebijakan outsourcing untuk GTK honorer ini pernah saya angkat termasuk saya tuliskan di media surat kabar online nasional sejak sekitar tahun 2020 lalu saat saya masih menjadi aktifis GTK honorer dan tergabung dalam DPP GTKHNK 35+ Indonesia. Hal tersebut juga pernah saya utarakan saat audiensi dengan Ka. Staf Kepresidenan RI Jend TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko bersama para Deputi di Kantor Staf Kepresidenan RI. Saya sampaikan kepada beliau bahwasannya sistem kontrak bagi guru dan Tenaga Kependidikan tidak jauh beda dengan sistem outsourcing. Anda dapat menyimak ulasan usai audiensi dengan Ka. Staf Kepresidenan RI di channel youtube berikut ini.

https://youtu.be/bxgYJP_uXaE

Ketika GTKHNK 35+ melaksanakan RDPU dengan Komisi II DPR RI, Komisi X DPR RI maupun Komite III DPD RI permasalahan ini pun sempat diangkat, termasuk ketika saya bersama teman-teman menemui H. Syaiful Huda Ketua Komisi X DPR RI di Bandung dan anggota Komisi X DPR lainnya saat masa Reses. Sejak 2019 kami menyampaikan aspirasi baik di pusat maupun daerah. Hingga akhirnya Pemerintah memberikan kebijakan point afirmasi usia 35+ dan kebijakan-kebijakan lainnya. Tentu saja hal tersebut merupakan sebuah berita gembira yang patut disyukuri dan merupakan sebuah pencapaian hasil perjuangan luar biasa dari seluruh pihak yang terkait.

Kini sistem outsourcing marak kembali dibicarakan. Outsorcing umumnya diperuntukan bagi perusahaan-perusahan swasta. Nah apa jadinya bila sistem ini juga diberlakukan untuk GTK honorer di sekolah-sekolah. Tentunya bayangan horor sudah terlintas dalam benak dan pikiran mereka. Ancaman PHK, keterbatasan APBD serta upah yang tidak sesuai standar menjadi salah satu permasalahan serius yang harus dicari jalan keluarnya.


Termasuk nasib Tenaga Kependidikan honorer seperti penjaga sekolah dan lainnya yang kini ibarat telur diujung tanduk. Tidak sedikit yang sudah mengabdikan diri selama belasan bahkan puluhan tahun sebagai honorer dengan upah tidak layak sekitar 300 hingga 400 ribu. 

Sekarang disaat usia mereka telah menua justru outsourcing menjadi bayangan kelam. Apa yang mereka peroleh tidak sebanding dengan pengabdiannya. Sekali lagi, sebaiknya kebijakan ini ditinjau ulang. Setelah sekian lama terkena dampak Moratorium, terkendala usia untuk mengikuti CPNS, terkendala ketika seleksi ASN PPPK Tahun 2019 yang hanya mengakomodir K2, disaat seleksi ASN PPPK Tahun 2021 mereka kembali terkendala formasi, kuota juga sistem ranking, kini mereka kembali dihadapkan dengan penghapusan GTK honorer dan sistem outsourcing.

Tentunya harapan para GTK honorer adalah diangkat menjadi ASN. Walaupun saat ini saya sudah lulus seleksi ASN PPPK Tahap 1 Tahun 2021 dan telah diangkat sebagai ASN guru tetapi saya tetap peduli dan bersimpati kepada teman-teman honorer lainnya. Semoga mereka mendapatkan penghargaan yang layak dari Pemerintah.


Artikel ini telah tayang di :

https://www.kompasiana.com/sigidpn/62a56c8dfdcdb40f757e55d7/outsourcing-bayangan-horor-untuk-gtk-honorer


Rabu, 01 Juni 2022

Pancasila Sebagai Jiwa dan Pemersatu Bangsa

 



Tepat pada tanggal 1 Juni 1945 atau 77 tahun yang lalu Ir. Soekarno menyampaikan pidato tentang dasar negara Indonesia merdeka. Usulannya berbentuk Philosophische Grondslag. Philosophisce Grondslag adalah fundamen, filsafat, pikiran, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk diatasnya didirikan Indonesia merdeka yang berlandaskan pada Pancasila.

Sebelum itu, Ketua BPUPKI dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat pada pidato awal sidang pertama menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia merdeka diperlukan suatu dasar negara sehingga kemudian para tokoh pendiri negara diantaranya Muhammad Yamin, Soekarno dan Soepomo mengusulkan usulan mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

Semangat serta komitmen para pendiri negara dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara patut kita jadikan suri teladan, terlebih lagi jiwa nasionalisme dan patriotisme sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia demi menjaga keutuhan serta kedaulatan NKRI.

Saat ini, dampak positif maupun negatif dari pengaruh globalisasi dapat kita rasakan bersama. Dengan semakin pesatnya kemajuan tekhnologi informasi dan komunikasi maka akses terjadinya transfer ilmu bahkan akulturasi budaya merupakan hal-hal yang lumrah terjadi.

Akan tetapi sebagai warga negara Indonesia serta berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tentunya kita mempunyai kewajiban untuk mempertahankan juga melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

Oleh karena itu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjadi sangat penting untuk ditanamkan kepada anak didik agar terbentuk profil pelajar Pancasila, dimana mereka dapat memahami, menghayati serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat, memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Terdapat enam ciri utama pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Pancasila merupakan pemersatu bangsa. Jangan sampai anak cucu kita para generasi penerus melupakan nilai-nilai moral, sejarah serta kekayaan adat istiadat, kebudayaan dan kesenian warisan leluhurnya sendiri.

Sejarah telah membuktikan bahwasannya hambatan atau ancaman yang dihadapi oleh negara, baik dari dalam maupun dari luar, termasuk rongrongan terhadap Pancasila sebagai dasar negara dapat diatasi dengan semangat persatuan dan kesatuan. Selamat memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2022. Damailah negeriku dan majulah Indonesiaku.

Sabtu, 28 Mei 2022

Guru Bijak Wujudkan Merdeka Belajar

 



Demi meraih suatu tujuan yang berdampak positif bagi kemajuan sekolah, tentunya akan bisa dengan mudah dilakukan jika terjalin kerjasama yang baik atau menciptakan team work yang solid.

Oleh karena itu komunikasi sangat diperlukan agar terwujud suatu kolaborasi yang apik dan elegan. Kenapa dikatakan elegan? Karena selain kompetensi yang harus dimiliki oleh seluruh stakeholder yang ada, sudah barang tentu perlu didukung pula dari sisi kepribadian atau nilai-nilai karakter positif yang diaplikasikan dalam aktivitas keseharian di sekolah.

Dampaknya akan besar sekali dimana harmonisasi, rasa kekeluargaan serta saling memiliki bakal terbina dan ini akan memudahkan dalam mencapai visi misi yang hendak dicapai oleh sekolah tersebut.

Terlebih lagi perilaku guru memang dicontoh dan ditiru oleh murid. Jadi kesadaran untuk menerapkan nilai-nilai karakter positif sudah menjadi syarat mutlak bagi guru.

Nah, bagaimana jika terjadi miskomunikasi atau muncul permasalahan? Karena dalam suatu lingkungan kerja itu sangat lumrah jika terdiri dari bermacam-macam perbedaan sudut pandang setiap orang. Sekali lagi, dengan bekal kompetensi serta nilai karakter berperan penting dalam penyelesaian permasalahan. Aturan Pemerintah bukan hanya untuk dipahami tapi juga untuk dipatuhi, hal tersebut sudah cukup untuk dijadikan acuan atau pedoman dalam penyelesaian suatu masalah. Klop sudah jika disertai dengan musyawarah dan menghargai kode etik. 

Ingat, hal terpenting yang perlu kita ejawantahkan di sekolah adalah ketulusan kita untuk menjadi guru yang seutuhnya bagi anak didik kita, anak didik bahagia bersama kita, merasakan kemerdekaan belajar serta bersemangat untuk mengikuti pelajaran di kelas. Yang mesti kita pikirkan bersama adalah apa yang bisa kita berikan untuk kebahagiaan anak didik walaupun itu merupakan hal kecil tapi tentunya akan sangat berarti bagi mereka, baik saat ini maupun dimasa yang akan datang. 

Oleh karena itu marilah kita ciptakan suasana yang baik serta dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah dan marilah kita menjadi guru bijak demi mewujudkan merdeka belajar.

Jumat, 27 Mei 2022

Di Atas Langit Masih Ada Langit

 



Terkadang hati manusia tertutupi oleh sifat takabur atau sombong yang sebenarnya justru dapat menghancurkan dirinya sendiri. Takabur adalah sikap mental dan perbuatan yang merasa dirinya lebih besar, lebih tinggi, lebih pandai, atau lebih segalanya dan memandang orang lain lebih rendah. Seseorang yang memiliki sikap dan perbuatan takabur atau sombong adalah mutakabbir.

Di kala kita senang atau bersuka cita tanpa disadari secara emosional kita mengekspresikannya secara berlebihan hingga diri kita terjerumus pada sikap takabur. Ekspresi tersebut bisa muncul melalui lisan, tulisan maupun gestur tubuh. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata gestur adalah bahasa tubuh (gerak anggota tubuh) yang biasanya memiliki makna tersendiri. Sedangkan dalam Wikipedia, bhasa tubuh adalah komunikasi pesan nonverbal. Lebih jelasnya bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan di mana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak, diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh. 


Seharusnya kita bisa mengambil hikmah serta pelajaran dari apa yang ada disekeliling kita. Contoh sederhana, tanaman padi yang telah matang dan besar sekali manfaatnya yaitu sebagai makanan pokok manusia di beberapa belahan negara, maka posisinya akan lebih merunduk.

Ya, di atas langit masih ada langit. Jika kita pandai, tentu masih banyak orang yang lebih pandai serta berilmu tinggi daripada kita. Sesungguhnya yang pantas menggunakan jubah kesombongan hanyalah Allah SWT pencipta alam semesta. Ilmu serta harta benda yang kita miliki hanyalah titipan dari-Nya yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban.

Gunakanlah ilmu dan harta kita dijalan kebaikan serta untuk berbagi dengan sesama agar dapat membawa manfaat juga keberkahan. Tentunya semua itu didasari dengan rasa tulus ikhlas karena Allah Ta'ala. Jauhkan hati dan pikiran kita dari sifat sombong atau takabur. Semoga bermanfaat.

Artikel ini telah tayang di :

https://www.kompasiana.com/sigidpn/62902e13ce96e5081724a126/di-atas-langit-masih-ada-langit

https://sigidpn.wordpress.com/2022/05/27/di-atas-langit-masih-ada-langit/

Pendataan Anggota Kwartir Daerah Jawa Barat Tahun 2022

  Salam Pramuka! Hallo sobat, kalian anggota Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat? Yuk, jangan lupa ikut berpartisipasi dalam rangka Pendataan ...